Perjalanan menuju S1 BisGen #1 Reyhan Algiffary Gunawann

Reyhan Algiffary Gunawan · Program Studi Bisnis Digital · Universitas Raharja

 

Halo semuanya! Perkenalkan, saya Reyhan Algiffary Gunawan, mahasiswa Program Studi Bisnis Digital, Universitas Raharja, dengan NIM 2281476501

Menjadi bagian dari Universitas Raharja merupakan kebanggaan tersendiri bagi saya. Saya bersyukur bisa menjalani proses pembelajaran, memperluas wawasan, dan bertemu dengan berbagai pengalaman yang membantu saya berkembang, baik secara akademik maupun pribadi.

Bagi saya, masa kuliah bukan sekadar tentang teori dan nilai, tetapi juga tentang membangun pola pikir, mengenali potensi diri, dan mempersiapkan langkah untuk masa depan. Saya berharap ilmu dan pengalaman yang saya dapatkan dapat menjadi bekal untuk terus berkembang serta menghadapi tantangan di dunia bisnis dan dunia kerja.

Perjalanan Reyhan Membangun Bisnis Dimsum Melts: Dari Langkah Kecil Menuju Peluang Besar

Setiap perjalanan memiliki awal, begitu juga dengan perjalanan Reyhan dalam membangun bisnis Dimsum Melts. Berawal dari keinginan untuk mencoba berwirausaha dan memanfaatkan peluang di bidang kuliner, Reyhan mulai merintis usaha dimsum dengan penuh semangat dan harapan. Baginya, membangun bisnis bukan hanya tentang mendapatkan keuntungan, tetapi juga tentang belajar, berani mencoba, dan mengembangkan sesuatu yang bisa memberikan manfaat bagi orang lain.

Pada awalnya, Reyhan menjalankan bisnis Dimsum Melts dengan sistem open pre-order (PO). Ia mulai menawarkan produknya kepada orang-orang terdekat dan memanfaatkan media sosial sebagai sarana promosi. Pada tahap ini, semuanya masih sederhana. Reyhan harus belajar bagaimana memperkenalkan produk, menarik minat pelanggan, mengatur pesanan, serta memastikan setiap produk yang dijual memiliki kualitas yang baik.

Penjualan pertama menjadi langkah awal yang sangat berarti. Reyhan mulai membagi penjualannya ke dalam beberapa kloter agar perkembangan bisnisnya dapat dipantau dengan lebih mudah. Dari kloter pertama hingga kloter kedua, ia terus berusaha mengenalkan Dimsum Melts kepada calon pelanggan. Memasuki kloter ketiga dan keempat, Reyhan mulai membuat akun Instagram khusus untuk bisnisnya agar promosi dapat menjangkau lebih banyak orang.

Seiring berjalannya waktu, Reyhan mulai merasakan bahwa membangun bisnis membutuhkan lebih dari sekadar menjual produk. Ia perlu menciptakan konten yang menarik agar orang-orang tertarik untuk mengenal dan membeli Dimsum Melts. Oleh karena itu, ia mulai memanfaatkan Instagram melalui unggahan foto, video, Instagram Story, dan Reels untuk memperlihatkan produk serta memperkenalkan keunikan bisnisnya.

Perjalanan tersebut tidak selalu berjalan dengan mudah. Reyhan harus terus memikirkan cara agar produknya dikenal, bagaimana membuat konten yang menarik, serta bagaimana membangun kepercayaan pelanggan. Namun, ia tidak menjadikan tantangan tersebut sebagai alasan untuk berhenti. Sebaliknya, setiap proses menjadi kesempatan untuk belajar dan memperbaiki usahanya.

Memasuki kloter kelima dan keenam, Dimsum Melts berhasil menjual masing-masing 50 porsi. Hasil tersebut menjadi motivasi bagi Reyhan untuk terus mengembangkan bisnisnya. Pada kloter ketujuh, penjualan meningkat menjadi 75 porsi. Pada tahap ini, mulai muncul pelanggan yang memberikan ulasan dan membagikan pengalaman mereka melalui Instagram Story. Respons positif tersebut menjadi bukti bahwa usaha yang dijalankan mulai mendapatkan perhatian dari pelanggan.

Perkembangan terus berlanjut. Pada kloter kedelapan, Reyhan menerima pesanan melalui GoSend, yang menjadi pengalaman baru dalam proses penjualan Dimsum Melts. Kemudian, pada kloter kesembilan, penjualan mencapai 80 porsi. Reyhan juga mulai menghadirkan variasi topping, seperti mozzarella dan Cheese Meltic, untuk memberikan pilihan yang lebih menarik kepada pelanggan.

Pada kloter kesepuluh, penjualan mencapai 60 porsi, sedangkan pada kloter kesebelas jumlah penjualan meningkat menjadi 68 porsi. Memasuki kloter kedua belas, Dimsum Melts kembali mencatat penjualan sebanyak 60 porsi. Bagi Reyhan, perkembangan ini bukan hanya tentang jumlah produk yang terjual, tetapi juga tentang bertambahnya pengalaman, meningkatnya kepercayaan pelanggan, serta tumbuhnya interaksi melalui akun Instagram bisnisnya.

Seiring berjalannya waktu, Reyhan mulai melihat bahwa Dimsum Melts memiliki peluang untuk berkembang lebih jauh. Usaha yang awalnya hanya mengandalkan sistem pre-order perlahan berkembang menjadi bisnis yang memiliki tempat berjualan sendiri, yaitu sebuah stand di depan rumah. Kehadiran stand tersebut menjadi salah satu pencapaian penting karena pelanggan dapat melihat menu yang ditawarkan secara langsung dan lebih mudah mengenal produk Dimsum Melts.

Tidak berhenti sampai di situ, Reyhan juga menghadirkan layanan custom ucapan yang memungkinkan pelanggan menambahkan pesan sesuai kebutuhan mereka. Inovasi ini membuat Dimsum Melts tidak hanya menjadi pilihan makanan, tetapi juga dapat dijadikan bagian dari momen spesial, seperti hadiah, perayaan ulang tahun, dan acara lainnya.

Perkembangan bisnis tersebut semakin terasa ketika Reyhan mulai menerima pesanan untuk acara pernikahan. Dimsum Melts yang awalnya dirintis melalui penjualan pre-order kini mulai mendapatkan kesempatan untuk melayani kebutuhan berbagai acara. Hal ini menjadi pengalaman berharga yang menunjukkan bahwa usaha kecil dapat berkembang ketika dijalankan dengan konsisten, disertai kemauan untuk berinovasi dan memahami kebutuhan pelanggan.

Melalui perjalanan membangun Dimsum Melts, Reyhan juga belajar bahwa media sosial memiliki peran penting dalam perkembangan sebuah bisnis. Instagram bukan hanya menjadi tempat untuk mempromosikan produk, tetapi juga menjadi sarana untuk membangun hubungan dengan pelanggan. Melalui konten yang menarik, ulasan pelanggan, pesan yang masuk, serta interaksi di media sosial, Reyhan dapat mengetahui respons pelanggan dan menjadikannya sebagai bahan untuk terus mengembangkan bisnis.

Perjalanan Reyhan membangun Dimsum Melts menjadi bukti bahwa sebuah usaha tidak harus dimulai dari sesuatu yang besar. Dengan memanfaatkan peluang yang ada, berani mengambil langkah pertama, serta terus belajar dari setiap pengalaman, sebuah usaha sederhana dapat tumbuh menjadi bisnis yang memiliki potensi lebih luas.

Bagi Reyhan, Dimsum Melts bukan sekadar bisnis kuliner, melainkan bagian dari perjalanan untuk mengembangkan kemampuan berwirausaha, kreativitas, dan pemahaman mengenai dunia bisnis digital. Setiap kloter penjualan, setiap ulasan pelanggan, dan setiap pesanan yang diterima menjadi bagian dari proses yang membentuk dirinya menjadi pribadi yang lebih berani dan bertanggung jawab.

Perjalanan ini masih terus berlanjut. Reyhan berharap Dimsum Melts dapat semakin dikenal oleh masyarakat, memiliki pelanggan yang lebih luas, serta terus berkembang melalui inovasi produk dan pemanfaatan pemasaran digital. Ia percaya bahwa kesuksesan tidak datang secara instan, melainkan dibangun melalui langkah-langkah kecil yang dilakukan dengan konsisten.

Dari sebuah usaha pre-order sederhana hingga memiliki stand dan menerima pesanan untuk berbagai acara, perjalanan Dimsum Melts mengajarkan Reyhan bahwa mimpi dapat berkembang menjadi kenyataan ketika disertai keberanian untuk memulai, kesabaran menghadapi tantangan, dan kemauan untuk terus belajar. Inilah perjalanan Reyhan dalam membangun Dimsum Melts, sebuah cerita tentang usaha, pertumbuhan, dan harapan untuk masa depan yang lebih baik.

Setelah Perjalanan Panjang, Akhirnya Sampai di Sidang Akhir

9b47fc3c-d510-4ef3-bc3c-934603916244.jpg

Ngarungin masa-masa skripsi jujur aja emang nggak gampang, dari yang awalnya tegang, bingung mau mulai dari mana, sampai mikirin materi yang nggak ada habisnya. Tapi untungnya ada Kak Nuke yang super sabar ngebimbing dan nyemangatin kami, ditambah serunya sesi diskusi bareng temen-temen seperjuangan tempat ide-ide kami dibongkar pasang sampai bener-bener siap diuji. Foto pose jempol dan senyum lega ini jadi bukti kalau setelah semua perjuangan panjang, begadang, dan revisian, akhirnya kami bisa ngelewatin sidang akhir ini dengan manis berkat arahan yang mantap dan kebersamaan yang saling support!

 

Setelah berbulan-bulan berfokus pada pengerjaan skripsi, akhirnya tibalah hari sidang akhir yang dinanti. Saya berdiri di ruang sidang dengan almamater hijau kebanggaan, siap mempresentasikan hasil penelitian saya. Tentu ada rasa gugup, tetapi saya mencoba untuk tetap tenang dan fokus menyampaikan materi.

Di meja depan, duduk dewan yang siap mendengarkan paparan saya. Pertanyaan-pertanyaan yang muncul selama presentasi cukup mendalam dan kritis, namun hal itu justru membuat diskusi menjadi lebih hidup dan memberikan banyak masukan berharga untuk penyempurnaan skripsi ini. Suasana diskusi terasa konstruktif.

Begitu sesi presentasi dan tanya jawab berakhir, perasaan saya langsung lega. Sebagai penutup, kami mengabadikan momen ini bersama. Saya berdiri di belakang meja dengan senyum dan pose jempol, didampingi beberapa dosen yang juga berpose ramah. Foto ini menjadi kenang-kenangan istimewa dari perjalanan akhir saya selama kuliah.

WhatsApp Image 2026-10-14 at 15.05.37.jpg

Setelah semua ketegangan di ruang sidang berakhir, momen yang satu ini rasanya jadi yang paling dinanti. Kami berlima akhirnya berdiri bareng di halaman kampus Universitas Raharja, lengkap dengan jas almamater hijau dan selempang merah marun berukir nama serta gelar Class of 2026. Rasa lelah setelah berbulan-bulan bergulat dengan revisi skripsi seakan hilang gitu aja digantikan rasa bangga dan lega yang luar biasa.

Foto ini bukan cuma sekadar pose gagah-gagahan depan kampus, tapi jadi simbol dari perjalanan panjang yang kami lewati bareng-bareng. Dari masa-masa awal masuk kuliah, pusing ngerjain tugas bareng, begadang demi deadline, sampai saling nyemangatin pas salah satu dari kami mulai merasa lelah, semuanya terbayar tuntas di hari ini. Melihat senyum dan wajah-wajah tenang kawan-kawan seperjuangan ini bikin makin sadar kalau perjuangan kemarin terasa jauh lebih ringan karena kita ngelewatinnya bareng.

terima kasih banyak untuk Bapak dan Ibu Dosen atas segala ilmu, bimbingan, dan kesabarannya mengarahkan kami sampai di garis finish. Untuk teman-teman seperjuangan, terima kasih sudah saling merangkul, berbagi tawa, dan berjuang bareng dari awal hingga hari ini. Perjalanan kuliah ini memang terasa singkat, tapi kenangan dan persahabatan kita bakal bertahan selamanya. Sukses buat kita semua di langkah selanjutnya!

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Previous Post Previous Post
Newer Post Newer Post

11 Comments

Leave a comment