Pertanyaan:
1. Sketsa komponen PLTS beserta fungsi setiap komponen.
2. Penjelasan langkah-langkah instalasi kabel DC dan AC.
3. Langkah-langkah keselamatan yang diterapkan selama instalasi.
4. Foto atau link ke video dokumentasi proses instalasi.
5. Poster/infografis dalam bentuk digital (PDF/JPEG)
Status :
100% sudah tercapai
Keterangan :
Saya sudah mengerjakan assignment 1 ini dengan baik dan benar
Bukti :
1. 
2. Berikut adalah langkah-langkah yang singkat namun padat untuk instalasi kabel DC dan AC pada sistem Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS):
- Pemasangan Kabel DC
Persiapan bahan: Gunakan kabel DC tahan cuaca (PV1-F) dan konektor MC4. Siapkan juga charge controller dan baterai jika diperlukan.
Pemasangan: Sambungkan kabel dari panel surya ke charge controller, pastikan polaritas (+) dan (-) sudah benar. Jika ada baterai, sambungkan juga ke charge controller sesuai spesifikasi.
Pengujian: Periksa tegangan dan arus DC yang dihasilkan panel surya menggunakan multimeter, dan pastikan sesuai dengan spesifikasi.
Manajemen kabel: Rapikan kabel menggunakan selongsong atauducting, serta hindari kabel yang tertekuk atau terjepit. - Kabel AC
Persiapan bahan: Siapkan Pemasangan Kabel AC (NYM/NYA), MCB untuk proteksi, serta inverter yang akan mengubah arus DC menjadi AC.
Pemasangan: menyambungkan kabel AC dari inverter ke panel distribusi rumah, dan pastikan kabel fasa (L), netral (N), dan grounding (PE) tersambung dengan benar.
Pengujian keluaran: Nyalakan inverter dan periksa tegangan AC (220V atau 110V) menggunakan multimeter.
Proteksi dan manajemen kabel: Pasang MCB sesuai kapasitas sistem untuk keamanan, dan rapikan kabel dengan klip atauducting. - Langkah Akhir
Uji coba sistem: Nyalakan sistem dan pastikan aliran listrik DC dari panel surya dan listrik AC dari inverter bekerja dengan baik.
Pemeriksaan keamanan: Periksa grounding dan pastikan tidak ada kebocoran arus atau koneksi yang longgar.
Langkah-langkah ini memastikan bahwa instalasi kabel DC dan AC pada sistem PLTS dilakukan dengan aman, efisien, dan sesuai standar.
3. -Penilaian Risiko Sebelum Memulai Pekerjaan
-Penggunaan Alat Pelindung Diri (APD)
-Pelatihan dan Sertifikasi
-Pengamanan Area Kerja
-Pengawasan dan Inspeksi
-Penanganan Materi dengan Aman
-Pengendalian Energi Berbahaya (LOTO)
-Pencegahan Bahaya Listrik
– Tindakan Pencegahan Terhadap Bahaya Jatuh
-Pengelolaan Kebersihan dan Ketertiban
-Komunikasi yang Efektif
-Tindakan Dalam Keadaan Darurat
