đ Perjalanan Sidang Skripsi Bisnis Digital (BisDi) Galih
⨠Awal yang Menegangkan
Alhamdulillah, akhirnya hari yang saya tunggu-tunggu datang juga. Sidang skripsi. Deg-degan? Jelas. Tapi justru di situ serunya. Karena momen ini jadi puncak dari perjalanan panjang saya yang penuh rasa penasaran, trial-error, dan belajar dari nol.

Judul Skripsi: " Strategi Digital Marketing dalam Peran Social Media untuk Meningkatkan Return on Investment
pada Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah"
đĨļ Biodata Peneliti đĨļ Nama : Galih Putra Cesna NIM : 2381477126 Program Studi : Ekonomi dan Bisnis Konsentrasi : Bisnis Digital (BISDI) Rinfo : [email protected] Rinfoscholar | Widuri | Scopus | Researchgate | Linkedin
đ¨âđĢ Tiga Penguji yang Luar Biasa
Di depan saya ada tiga penguji yang luar biasa: Pak Yusup sebagai ketua penguji, Bu Mar sebagai penguji satu, dan Bu Ninda sebagai penguji dua. Tatapan mereka serius, tapi saya tahu mereka ingin memastikan apa yang saya kerjakan benar-benar bisa dipertanggungjawabkan.
đ Data Bukan Sekadar Angka

Slide demi slide saya paparkan. Bukan sekadar angka CTR, CPC, atau ROI, tapi cerita tentang UMKM yang masih promosi mulut ke mulut, tentang bagaimana iklan digital bisa bantu mereka tumbuh. Dari biaya iklan cuma Rp90 ribu, bisa balik omzet Rp4,45 juta. ROI 4.838%. CAC Rp30 ribu per pelanggan. Angka yang awalnya bikin saya bingung, akhirnya jadi bukti nyata.
đ¤ Dukungan yang Tak Tergantikan
Tapi jujur, saya enggak akan bisa sampai di titik ini sendirian. Ada Ibu Fitra Putri Oganda sebagai pembimbing satu, yang selalu sabar ngarahin langkah saya. Ada Bapak Adam Faturahman sebagai pembimbing dua, yang enggak pernah lelah memberi masukan. Dan ada Ibu Nuke Puji Lestari Santoso sebagai stakeholder, yang mendukung penuh implementasi penelitian ini. Mereka bertiga jadi bagian penting dalam perjalanan saya, bukan cuma di sidang, tapi sejak awal proses skripsi ini dimulai.
đą Filosofi Seek Discomfort

Dan di balik semua rasa tegang, saya teringat satu hal: filosofi Seek Discomfort. Bahwa justru di momen-momen yang bikin enggak nyaman kayak sidang skripsi ini saya bisa tumbuh. Kalau terus main aman, saya enggak akan pernah tahu sejauh mana kemampuan saya.
đ Penutup: Awal dari Langkah Baru


Akhirnya, sidang saya selesai dengan lancar. Rasanya lega banget, campur syukur. Dan saya sadar, ini bukan garis akhir. Ini justru langkah baru. Karena dari ketidaknyamanan inilah saya belajar, berkembang, dan jadi lebih percaya diri melangkah ke depan.
