BD201A-MANAJEMEN BISNIS
TUGAS MATERI 3
Silahkan kerjakan QUIZ pada slide akhir materi
Status: 100%
Keterangan: sudah dikerjakan dengan baik dan benar
Bukti:

Jawaban:
- Manajer adalah individu dalam organisasi yang bertanggung jawab merencanakan, mengorganisasikan, memimpin, dan mengendalikan sumber daya untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Peran manajer sangat krusial karena mereka bertindak sebagai pengarah jalannya roda organisasi, menyelaraskan berbagai upaya tim, mengoptimalkan alokasi sumber daya agar efisien, serta menyelesaikan persoalan operasional maupun strategis. Sebagai contoh dalam perusahaan manufaktur PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia, keberadaan manajer lini hingga manajer puncak memastikan bahwa target produksi harian, standar kualitas, serta visi bisnis jangka panjang dapat dieksekusi secara harmonis oleh seluruh divisi tanpa terjadi kekacauan koordinasi.
- Perbedaan utama tanggung jawab tingkatan manajemen terletak pada fokus tugasnya: Top Management (seperti CEO atau Direktur) bertanggung jawab menetapkan visi, arah kebijakan strategis, serta keputusan jangka panjang organisasi; Middle Management (seperti Manajer Divisi) bertindak sebagai jembatan yang menerjemahkan strategi puncak menjadi rencana operasional taktis serta mengoordinasikan antar-departemen; sedangkan First-Line Management (seperti Supervisor) bertanggung jawab mengawasi operasional harian dan mengarahkan karyawan non-manajerial secara langsung. Contohnya pada PT Bank Central Asia Tbk (BCA), Direksi (Top) merumuskan arah transformasi digital perbankan, Manajer Cabang (Middle) menyusun strategi pemasaran dan operasional wilayah untuk mendukung visi tersebut, sementara Supervisor Teller (First-Line) memastikan transaksi harian nasabah di garda depan berjalan lancar tanpa kendala operasional.
- Keterampilan manajerial terbagi menjadi tiga: Technical Skill adalah kemampuan spesifik menerapkan prosedur atau teknik kerja (seperti kemampuan analisis data keuangan), Human Skill adalah kemampuan berkomunikasi, memotivasi, dan berinteraksi secara efektif dengan individu maupun tim (seperti menyelesaikan perselisihan internal), serta Conceptual Skill adalah kemampuan berpikir abstrak untuk memahami gambaran besar organisasi dan membuat keputusan strategis (seperti memprediksi tren pasar lima tahun ke depan). Sebagai contoh pada perusahaan e-commerce seperti Tokopedia, seorang Lead Developer membutuhkan technical skill untuk melakukan coding dan pengujian perangkat lunak, seorang Project Manager menggunakan human skill untuk mengayomi dan mengontrol komunikasi tim lintas divisi, sementara seorang Chief Technology Officer (CTO) menerapkan conceptual skill saat merancang peta jalan integrasi kecerdasan buatan (AI) untuk seluruh lini bisnis perusahaan.
- Keterampilan manajerial yang harus digunakan utama adalah Human Skill untuk memediasi konflik, membangun komunikasi terbuka, serta memotivasi anggota tim yang bermasalah, dipadukan dengan Technical Skill atau Conceptual Skill untuk melakukan evaluasi ulang (re-aligning) pada alur kerja proyek yang terhambat. Kasus nyata terjadi pada proyek pengembang perangkat lunak yang mengalami keterlambatan deadline akibat konflik antartim frontend dan backend; manajer proyek menggunakan human skill melalui sesi mediasi personal untuk mencairkan komunikasi, lalu menerapkan technical/conceptual skill dengan memetakan ulang alur kerja menggunakan metode Agile/Scrum guna mengejar ketertinggalan proyek.
- Keterampilan manajerial perlu berkembang seiring transformasi digital karena lingkungan bisnis berubah menjadi serba cepat, berbasis data, dan terdisrupsi oleh teknologi, sehingga manajer tidak lagi hanya mengandalkan intuisi atau metode kepemimpinan konvensional. Sebagai contoh pada transformasi digital PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) melalui aplikasi BRImo, manajer perbankan harus meningkatkan keterampilan konseptualnya untuk memahami ekosistem fintech, memperkuat technical skill dalam membaca analitik data nasabah, serta mengasah human skill guna memimpin budaya kerja agil (agile culture) bagi karyawan di era digital.
