Universitas Raharja terus memperkuat posisinya sebagai institusi pendidikan tinggi berbasis riset yang berorientasi global dengan capaian strategis di dua sektor utama: hilirisasi teknologi dan kolaborasi internasional. Melalui skema Hibah Penelitian Terapan Jalur Hilirisasi (PTJH) yang didanai oleh BIMA, UR mengembangkan Safe Entry Station (SES-UR) berbasis Artificial Intelligence pada platform kesehatan. Proyek ini yang dimulai sejak April 2023 dan berlangsung hingga 2024, bertujuan untuk menghadirkan solusi inovatif bagi pengelolaan akses kesehatan publik, dengan luaran berupa prototipe, jurnal SINTA 1/2, serta dokumentasi pengujian lapangan. Keberhasilan ini diperkuat dengan pendanaan sebesar Rp566.724.105 dari Direktorat Jenderal Dikti Ristek, sebagai bentuk dukungan konkret terhadap riset yang aplikatif dan berdampak langsung pada masyarakat, sejalan dengan SDGs 3 (Kesehatan) dan SDG 9 (Inovasi dan Infrastruktur).

Tak hanya pada skala nasional, tetapi juga memperluas kiprah risetnya melalui kolaborasi internasional bersama International Islamic University Malaysia (IIUM). Penandatanganan MoU pada 1 Desember 2023 menjadi dasar kerjasama riset lintas negara yang berlangsung selama tiga tahun. Salah satu output nyata dari kerja sama ini adalah proyek penelitian berjudul “The Role of Prosthesis and Orthesis in Improving Self Confidence and Reducing Pain in Arthritic Patients”, yang tidak hanya menyoroti isu kesehatan fisik tetapi juga aspek psikologis pasien arthritis. Total pendanaan Kolaborasi Internasional ini sebesar RM 40.000, Universitas Raharja menerima form research fund sebesar RM 10.000 yang akan digunakan sepanjang durasi riset, dari 15 November 2024 hingga 15 November 2025. Ini membuktikan bahwa Universitas Raharja tak hanya berfokus pada riset teknologi, tetapi juga turut andil dalam agenda kesehatan global yang bersifat kolaboratif dan berkelanjutan.

Capaian ganda ini selaras dengan semangat Visi, Misi, Tujuan, dan Strategi Program Studi Bisnis Digital (VMTS) Program Studi Bisnis Digital Universitas Raharja, yaitu membangun pendidikan berkelanjutan yang melahirkan Startupreneur di bidang bisnis digital. Melalui integrasi program unggulan seperti iLearning, Learning Factory, REP-MBKM, Damar Research, dan Startupreneur Community Service, Universitas Raharja tidak hanya fokus pada hasil inovasi, tetapi juga mendorong keterlibatan aktif mahasiswa dalam proses riset dan pengabdian. Hal ini menjadi bukti nyata dalam memperluas jejaring kolaborasi serta memperkuat peran perguruan tinggi dalam mendukung pencapaian SDGs 17 di tingkat nasional dan internasional.
