JAWABAN !!
1. API yang tidak diamankan bisa menyebabkan kebocoran data meskipun sistem pakai enskripsi, karena :
• Kurang nya otentikasi/otorisasi : Jika API tidak memverifikasi siapa yang mengaksesnya atau hak akses yang dimiliki, pihak tidak berwenang bisa masuk dan mengambil data.
• Penyalahgunaan fitur : Serangan bisa terjadi melalui celah dalam desain API.
• Transmisi tidak aman
• Input tidak divalidasi
2. Enkripsi hanya melindungi data saat disimpan atau ditransmisikan agar tidak bisa dibaca oleh pihak tidak berwenang. Jika kontrol akses dan otorisasi gagal, pihak tidak berwenang bisa mendapatkan akses penuh ke data yang sudah terenskripsi.
3. Langkah-langkah pencegahan keamanan API :
• Implementasikan otentikasi yang kuat
• Validasi, sanitasi, dan batasi semua input pengguna untuk mencegah serangan seperti SQL
• Enkripsi data saat ditranmisikan ( HTTPS/TLS)
• Pantau aktivitas API secara terus menerus
Langkah-langkah pencegahan manajemen akses :
• Terapkan prinsip least privilage
• Kelola identitas pengguna dengan sistem yang terpusat
• Gunakan multi-factor authentication
• Dokumentasikan semua hak akses dan lakukan audit
4. Langkah respons insiden awal setelah kebocoran terdeteksi :
• Identifikasi cakupan insiden
• Batasi dampak
• Notifikasi pihak terkait
• Dokumentasikan insiden
• Mulai penyelidikan mendalam
